Minggu, 10 Mei 2015

TERIMA KASIH IBU

Nama         : Indah Iswahdaniyah
Npm           : 58212356
Kelas         : 3DF01

TERIMA KASIH IBU…

Ibu melahirkanku kedunia
Ibu membesarkanku dengan penuh cinta
Meskipun aku menangis ditengah malam Ibu selalu ada
Ia tak pernah lelah menyanyikan lagu untuk ku sampai aku tertidur di pelukannya

          Hingga aku besar Ibu pun tak pernah berhenti menuntunku
          Ketika aku salah Ibu lah orang yang pertama menasihatiku
          Betapa bahagianya hati ini memiliki sesosok Ibu sepertimu
          Dan betapa senangnya hati ini ketika melihat ibu tersenyum di hadapanku

Kelak suatu saat nanti aku ingin rasanya membahagiakanya
Menjaga agar ibu selalu tersenyum bahagia
Dan menjaga hatinya sebagaimana ibu menjagaku di waktu ku kecil hingga dewasa
Terima kasih ibu atas semua jasa-jasa mu yang tak terhingga

Senin, 04 Mei 2015

PERENCANAAN USAHA

NAMA           : INDAH ISWAHDANIYAH
KELAS          : 3DF01
NPM               : 58212356
TUGAS          : EKONOMI KOPERASI



PERENCANAAN  USAHA
Untuk memulai usaha bisnis diperlukan perencanaan dalam bentuk dokumen tertulis yg berisikan ide dasar dan pertimbangan pendirian perusahaan, sekaligus sebagai blue print yg berisikan tentang misi usaha, usulan usaha ,operasional usaha, rincian finansial, strategi usaha, peluang pasaryg mungkin diperoleh dan kemampuan serta ketrampilan pengelolanya.
Perencanaan usaha sebagai persiapan awal mempunyai dua fungsi penting, yaitu :
1.    Sebagai  pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha
2.    Sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.

TEKNIK DAN STRATEGI PEMASARAN
Setelah memahami perencanaan usaha, langkah selanjutnya adalah mempelajari dan melatih bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan itu dipasarkan (Distribusi). Sesuai dengan devinisi pemasaran itu sendiri yaitu: kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe/ search), menghasilkan barang dan jasa sesuai deangan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal konsumen (promotion), dan mendistribusikan produk ketempat konsumen (place), maka tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen
Ini berarti bahwa dalam pemasaran haruslah diawali dengan riset pemasaran, yaitu untuk meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen. Sesuai dengan tujuan pemaasaran maka inti dari pemasaran yaitu menciptakan nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai yang diciptakan oleh pesaing bagi konsumen. Strategi usaha yang yang cocok dengan konsep tersebut adalah memproduksi barang dan jasa apa bisa dijual dan bukan menjual barang dan jasa yang bisa diproduksi. Prinsip dasar dari pemasaran adalah menciptakan nilai bagi langganan (customer value), keunggulan bersaing (competitive advantages), dan fokus pemasaran. Tujuan pemasaran bukanlah untuk mendapatkan langganan, akan tetapi memperbaiki situasi bersaing.

PERENCANAAN PEMASARAN
Pembahasan tentang strategi perusahaan tidak bias terlepas dari perencanaan, arahan, atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru ;
Ada beberapa langkah dalam merencanakan pemasaran, langkah-langkah tersebut terdiri dari.
1.      Penentuan kebutuhan dan keinginan pelanggan
2.      Memilih pasar sasaran khusus 
3.      Menempatkan strategi pemasaran dalam per-saingan
4.      Pemilihan strategi pemasaran



BERORIENTASI PADA KONSUMEN
Usaha baru yang berhasil pada umunya memusatkan perhatian pada pengembangan sikap yang berorientasi pada kepuasan pemilik kepentingan (Stakeholder satisfaction).

KUALITAS
Agar berhasil dalam persainagn global sangatlah penting bagi perusahaan untuk mmeperhatikan kulitas barang dan jasa serta pelayanan. Perbaikan kualitas tersebut terangkum dalam (Total Quality Managenent/ TQM). Menurut Zimmerer (1996) ada lima komponen kualitas yang secara berurutan perlu diperhatikan, yaitu:
·         Ketepatan (Realibity), yaitu rat-rat kelalaian/ pengabaian.
      Daya tahan (Durability), yaitu berapa lama barang dan jasa tersebut dapat dipakai/ bertahan.
      Mudah digunakan (easy of use), yaitu barang dan jasa tersebut harus mudah untuk digunakan.
      Nama merek yang terkenal dan dipercaya (Known and trusted brand name).
      Harga yang relative murah.

KENYAMANAN
Untuk mengetahui kenyamanan dapat dilakukan dengan cara meminta informasi kepada pelanggan.



INOVASI
Inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi usaha baru. Perubahan pasar yang sangat cepat dan persainagn yang kompleks menuntuk inovasi yang terus menerus, hal itu akan menjadi kekuatan bagi wirausahawan dalam meraih sukses usahanya. Bebebrapa bentuk inovasi yang lazim dan terkenal antara lain bentuk baru, perbedaan teknik/ cara, dan pendekatan baru dalam memperkenalkannya.

KECEPATAN
Kecepatan merupakan kekuatan dalam persainagn. Dengan kecepatan berarti mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, dan memenuhi permintaan pasar. Secara filosofis, kecepatan disebut Time Commpression Management (TCM).

PELAYANAN DAN KEPUASAN PELANGGAN
Wirausaha mengetahui bahwa salah satu cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru adalah dengan menyajikan pelayanan yang lebih baik yang tidak tertandingi oleh pesaing lain.

PRODUK (Product)
Produk selalu mengalami daur ulang (product life cycle) yang meliputi :
a.    Tahap pengembangan
b.    Tahap pengenalan
c.    Tahap pertumbuhan penjualan
d.    Tahap kematangan
e.    Tahap kejenuhan
f.     Tahap penurunan

TEMPAT (Place)
Tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang strategis, menyenangkan, dan efisien, untuk mencapai sasaran tempat dapat dilakukan dengan cara :
a.    Perbanyak saluran distribusi
b.    Perluas segmentasi
c.    Layout
d.     Penyampaian barang efisien
e.     Sistem persediaan

 HARGA (Price)
Harga yang tepat adalah harga yang terjangkau dan harga yang paling efisien bagi konsumen. Wirausaha dapat menentukan harga yang paling efisien dengan inovasi dan kreativitasnya. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menntukan harga, yaitu :
a.    Biaya barang dan jasa
b.    Permintaan dan penawaran pasar
c.    Harga pesaing
d.    Kondisi ekonomi
e.    Lokasi usaha
f.     Fluktuasi musiman
g.    Psikologis pelanggan
h.    Bunga kredit dan bentuk kredit
i.      Sensitivitas harga pelanggan

PROMOSI
Produk perlu dikenal, diketahui, dibutuhkan, dan diminta konsumen, maka wirausaha harus segera melakukan antara lain
a.    Informasikan kepada konsumen
b.    Bujuk konsumen agar mau membeli
c.    Pengaruhi konsumen agar tertarik
Kegiatan di atas dapat dilakukan dengan periklanan dan promosi lewat media cetak atau media elektronik, pameran atau eksibisi dagang, hiburan, dan lain-lain.


Next Plan

Tugas : (NEXT PLAN) komunikasi Bisnis
Nama : Indah Iswahdaniyah
Kelas  : 2df01
Npm   : 58212356

           
Setelah saya lulus saya berkeinginan untuk berwirausaha dibidang kuliner dan fashion, karena dibidang itu adalah sebagian dari hoby saya takterkecuali kemampuan yang saya miliki, dengan tujuan dapat memberikan suatu tambahan dalam segi ekonomi dan juga tentunya ingin membantu perkembangan ekonomi Indonesia.
Dalam usaha kuliner saya ingin membuka sebuah toko kue (pastry). Kenapa saya ingin membuka toko kue ini? Karena saya yakin toko kue saya ini dapat bersaing dipasaran dengan segala resep, ilmu, dan pengalaman yang saya miliki. Dibidang pastry ini bukanlah suatu hal yang baru buat saya karena ketika SMA saya mengambil jurusan dibidang Tata Boga, saya juga pernah Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) di sebuah Hotel Ambara yang berlokasi di Blok M. Setelah saya lulus saya memanfaatkan ilmu yang saya dapatkan dimasa saya sekolah dengan membuka usaha pesanan Kue kering disaat Hari Raya Idul Fitri.
Dalam usaha fashion saya ingin mengembangkan kemampuan yang saya miliki disamping itu saya ingin membuat hoby saya menjadi suatu yang dapat menghasilkan uang  tidak hanya saya mengeluarkan uang untuk hoby tetapi saya juga ingin mendapatkan uang dari hoby saya.
 Berikut adalah Struktur Organisasi jabatan:

URAIAN JABATAN RINGKASAN :
1.      PIMPINAN/OWNER
a.       Mengelola dan bertanggung jawab atas aktivitas keseluruhan.
b.      Merumuskan sekaligus menetapkan kebijakan usahanya.
c.       Memimpin sekaligus mengurus usahanya serta senantiasa meningkatkan efesiensi dan efektivitas usahanya.

2.      SUPERVISOR
a.       Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi pada toko.
b.      Mengatur segala kegiatan toko.
c.       Membuat laporan keuangan.
d.      Mengadakan pemilihan pegawai.

3.      KASIR
a.       Memposting transaksi sesuai dengan kredit.
b.      Membuat laporan kepada pimpinan.
c.       Bertanggung jawab atas kekurangan selama bertugas.

4.      KARYAWAN
a.       Menyambut tamu dengan sopan.
b.      Memeriksa tamu selalu dalam keadaan siap.
c.       Memberikan penjelasan kepada tamu apabila di perlukan.

d.      Bertugas untuk membawa pesanan ke meja tamu.

Rabu, 25 Maret 2015

Komunikasi Bisnis

Nama : Indah Iswahdaniyah
Kelas : 2DF01
Tugas : Komunikasi Bisnis


Pengertian Komunikasi Bisnis
          Dalam kehidupan suatu organisasi bisnis, komunikasi merupakan faktor yang sangat penting bagi pencapaian tujuan suatu organisasi. Seorang pimpinan memerintahkan bawahannya untuk membuat surat pesanan barang, menjawab atau membuat surat aduan, membuat surat edaran umum, membuat surat kontrak kerjasama, membuat surat balasan / tanggapan, dan sejenisnya merupakan hal yang rutin dalam dunia bisnis.
        Secara umum dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Sebagai awal bahasan dalam komunikasi bisnis, maka akan dibahas antara lain bentuk dasar komunikasi yang mencakup komunikasi verbal dan nonverbal, proses komunikasi, sebab-sebab timbulnya kesalahpahaman dalam komunikasi, dan bagaimana cara memperbaiki atau meningkatkan komunikasi.

Bentuk Dasar Komunikasi
        Komunikator yang efektif tentu saja memiliki beberapa alat komunikasi bila ingin menyampaikan suatu pesan. Mereka tahu bagaimana menempatkan kata yang mampu membentuk suatu arti, bagaimana mengubah situasi menjadi lebih menarik, bagaimana mengajak peserta untuk ikut aktif (berpartisipasi) dalam diskusi, bagaimana menyelipkan humor yang mampu menghidupkan suasana, bagaimana menyiapkan ruangan yang mampu menghidupkan diskusi, apakah dilakukan melalui tulisan (written) atau ucapan/lisan (oral).
        Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam praktek dunia bisnis maupun nonbisnis yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Masing-masing bentuk komunikasi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

1.      Komunikasi Verbal (Verbal Communications)
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) maupun lisan (oral). Dalam kehidupan sehari-hari seperti Anda mengirim surat atau telepon kepada orang tua Anda, teman Anda, pacar Anda, Anda berbincang-bincang atau ngobrol dengan teman Anda, Anda ngerumpi dengan tangga sebelah, Anda membaca puisi di depan kelas, Anda mempresentasikan makalah dalam suatu acara seminar, Anda membaca surat kabar, majalah, jurnal, Anda mendengarkan radio, menyaksikan dan mendengarkan acara televisi dan sejenisnya merupakan contoh bentuk-bentuk komunikasi verbal.
Contoh Kasus Komunikasi verbal:
Misal pimpinan PT. ABC sedang memimpin rapat dengan para staff nya membahas langkah atau strategi agar PT. ABC siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain.



2.      Komunikasi Nonverbal
        Bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis adalah komunikasi nonverbal. Menurut teori antropology sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa isyarat (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Contoh Kasus Komunikasi Nonverbal:
Misal, manager PT. ABC berjabat tangan dengan perwakilan PT. XYZ setelah menyetujui kontrak kerja sama antara dua perusahaan tersebut.






        Pendek kata, dalam komunikasi nonverbal orang dapat mengambil suatu kesimpulan tentang berbagai perasaan orang baik rasa senang, benci, cintarindu dan berbagai macam perasaan lainnya. Lagi pula, komunikasi nonverbal berbeda dengan komunikasi verbal didalam cara yang cukup mendasar.
          Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi verbal dalam hal penyampaian suatu pesan yaitu secara spontan. Pada umumnya, sebelum menyampaikan sesuatu, seseorang sudah memiliki suatu rencana tentang apa yang ingin dikatakan. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "Tolong, bukakan pintu itu," maka  pada saat itu seseorang dengan sadar telah mempunyai tujuan atau maksud tertentu. Tetapi, ketika seseorang berkomunikasi secara nonverbal, ia seringkali melakukan sesuatu secara tidak sadar.

Tanggapan:
Komunikasi sangatlah penting bagi kehidupan dan dalam segi bisnis komunikasi adalah hal yang sangat menentukan dalam pencapaian bisnis tersebut baik dari sisi keuntungan, kerja sama maupun hal-hal yang membuat perusahaan dapat berkembang dengan yang diharapkan tiap-tiap perusahaan.

Saran:
Penting bagi tiap-tiap perusahaan untuk memperbaiki komunikasi dengan perusahaan lain yang berhubungan atau berkerja sama.

Minggu, 23 November 2014

Jenis-jenis Asuransi dan Perhitungannya

Nama : Indah Iswahdaniyah
Kelas : 3DF01
Npm : 58212356
Tugas : Asuransi dan Manajemen Risiko (Softskill)

Pengertian Asuransi
Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Jenis-jenis Akuntansi yang Ada Di Indonesia
1.      Asuransi Kesehatan
Asuransi ini dapat dikategorikan sebagai jenis asuransi yang paling mudah dan banyak ditemui di kalangan masyarakat. Asuransi kesehatan biasanya diberikan oleh perusahaan atau instansi tempat seseorang bekarja. Contoh asuransi kesehatan yang dapat dipilih adalah asuransi rawat inap di rumah sakit dengan 2 macam jenis proteksi yakni proteksi dengan sistem kartu dan proteksi dengan sistem reimbursement. Jenis proteksi yang pertama dalam artian jika pemegang polis dirawat inap, maka proses pembayaran dapat dilakukan hanya dengan menunjukkan kartu provider. Selanjutnya, pihak asuransi yang akan membayar seluruh biaya rumah sakit, obat, kunjungan dokter, operasi dan lain-lain. Proteksi dengan sistem reimbursement mengharuskan pemegang polis untuk membayar terlebih dulu seluruh biaya rumah sakit dan kemudian melakukan klaim ke perusahaan asuransi.

2.      Asuransi Jiwa
Banyak yang beranggapan bahwasannya asuransi jiwa memiliki kesan untuk menyiapkan kematian. Di sisi lain, banyak juga yang beranggapan bahwa umur di tangan Tuhan dan ajal merupakan hak prerogatif milik Tuhan Yang Maha Esa. Asusransi jiwa ini tidak ditujukan untuk mengelak dari kematian, namun sebagai pelindung bagi keluarga yang nantinya ditinggalkan apabila terjadi hal-hal buruk yang menimpa pemegang polis.
3.      Asuransi Pendidikan
Jenis asuransi ini akan memberikan perlindungan bagi pendidikan anak-anak. Umumnya, jenis asuransi ini digabungkan dengan asuransi jiwa.

4.      Asuransi Kerugian
Jenis asuransi ini dikenal juga dengan istilah Non Life Insurance dan sudah diatur dalam UU No.2/1992 untuk menangani kerugian atas suatu usaha. Jenis asuransi kerugian ini diantaranya adalah asuransi kebakaran yang akan memberikan proteksi terhadap kerugian akibat kebakaran pada rumah, kantor, hotel dan sebagainya. Jenis asuransi kerugian lainnya adalah asuransi pengangkutan yang akan memberikan proteksi selama masa pengangkutan barang lewat darat, laut maupun udara. Jenis asuransi lain yang sering digunakan adalah asuransi kendaraan/mobil dan asuransi kecelakaan.

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi
1.      Metoda Human Life Value, metoda ini perhitungan UP mutlak dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan setiap bulan yang kita setahunkan serta dikali dengan ekspektasi lamanya dana tersebut menopang hidup hingga ahli waris mampu untuk mendapatkan income sendiri. Metoda ini tidak perlu mempertimbangkan faktor pertumbuhan dana jika UP tersebut disimpan dalam Bank atau lembaga investasi lain.

2.      Metoda Income Based Value, metoda ini perhitungan UP mutlak dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan setiap bulan yang kita setahunkan dibagi dengan faktor pertumbuhan dana karena UP tersebut wajib disimpan dalam lembaga investasi selain bank.

3.      Metoda Financial Needs Based Value, metoda ini lebih spesifik untuk memproteksi kebutuhan financial dimasa mendatang misalkan dana pendidikan. Dalam prakteknya untuk menghindari pembayaran premi yang sangat besar maka metode ini tidak bisa berdiri sendiri namun harus dikombinasikan dengan investasi bulanan secara konstan (annuitas) pada instrument investasi yang memiliki rata-rata pengembalian diatas deposito. Perlu dicatat metoda ini berbeda dengan 2 metoda sebelumnya, ini tidak memproteksi penghasilan melainkan kebutuhan keuangan dimasa mendatang.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kasus berikut:
Seorang ayah 35 tahun memiliki penghasilan bersih Rp 5 juta setiap bulannya, istri ibu rumah tangga mereka memiliki 1 orang anak usia 9 tahun. Jika sang ayah meninggal maka besarnya UP adalah sebagai berikut:
1.      Human Life Value: Rp 5 juta*12*5 = Rp 300 juta, ini berarti jika diambil sebesar Rp 5 juta setiap bulannya akan bertahan selama 5 tahun (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana).
2.      Income Based Value: (Rp 5 juta*12)/6% = Rp 1 miliar. Penjelasan: mengapa dibagi dengan 6%? Karena jika UP diterima maka dana tersebut ditempatkan pada instrument investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), Reksa Dana Pendapatan Tetap, bukan pada Deposito. Secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6% s/d 8%. Jadi uang sebesar Rp 1 miliar akan menghasilkan Rp 5 juta setiap bulannya karena Rp 1 miliar*(6%/12) = Rp 5 juta.
3.      Financial Needs Based Value: nah metoda ini untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp 200 juta maka 9 tahun lagi biaya pendidikan menjadi sekitar Rp 550 juta dengan perkiraan kenaikan 12 persen setiap tahunnya. Jadi UP untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp 550 juta atau kalau ingin lebih murah bisa dengan UP Rp 275 juta namun wajib dengan melakukan kombinasi investasi pada reksa dana saham sebanyak Rp 250.000 rupiah setiap bulannya dengan target return sebesar 18 persen minimal pertahun.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang pengertian, jenis-jenis dan Perhitungan Asuransi, kurang lebih nya saya mohon maaf atas kurang lengkapnya penjelasaan dari saya karena saya juga masih dalam proses pembelajaran.
Sumber: